Kemana aja ya kalau ke Daik Lingga?
Halo teman-teman! Selamat datang di blog aku! Wah, sebenarnya agak kaku mengisi blog ini setelah sekian lama hiatus dari dunia tulis menulis hehehe. Well blog ini aku buat saat kuliah dan postingan terakhir aku kayanya 2 tahun yang lalu, beberapa bulan setelah aku lulus hahaha.
Sekarang Alhamdulillah sudah bekerja dan menetap di Daik. Salah satu wilayah yang berada di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Mungkin agak asing bagi temen-temen yang tinggalnya bukan disekitaran Kepri ya hehehe. Karena biasanya kalo ngomongin Kepri pasti yang duluan disebut itu Batam. Ya kaaan??? 😆 Berbeda jauh dari Batam yang suasananya ala-ala kota-kota besar yang maju, modern, dan padat penduduk, Daik ini menyuguhkan suasana yang alami dan menenangkan ala-ala pedesaan hehehe. Ada gunung dan dekat dengan laut. Keasrian masih terjaga, dijamiiin 👍 Jadi cocok untuk bersantai atau healing dari hiruk pikuk perkotaan yang sering buat sumpek.
| Peta Kabupaten Lingga |
Ohya, untuk ke Daik temen-temen bisa naik kapal ferry reguler atau kapal roro dari Batam dan Tanjungpinang yaa.. Kalau mau naik ferry, kapal berangkat jam 10 pagi dari Pelabuhan Punggur Batam (tarif ±250 ribu) dan jam 11 siang dari Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang (tarif ±220 ribu). Di tiap pelabuhan tersebut, cuma ada 1 kapal yang jalan setiap harinya ya. Lama perjalanan sekitar 4 - 5 jam tergantung kondisi cuaca saat itu ya. Temen-temen bisa turun di Pelabuhan Sungai Tenam. Kemudian, perjalanan bisa dilanjutkan dengan travel ke Daik (tarif 70ribu/orang). Perjalanan sekitar 40 menitan. Tenang, di pelabuhan banyak kok travelnya jadi ga perlu pesan terlebih dahulu. Selain turun di Sungai Tenam, temen-temen bisa juga turun di Pelabuhan Tanjung Buton (tarif kapalnya berbeda yaa, lebih besar). Nanti dari pelabuhan tanjung buton, temen-temen bisa ngojek aja ke Daik (tarif ±25ribu). Jaraknya deket kok, sekitar ±15 menitan udah sampai. Sampai Daik, silakan ke penginapan masing-masing dan beristirahat hehehe.. Karena kalo naik ferry reguler nyampenya pasti sore dan badan pasti capek. Untuk penginapan, temen-temen bisa search di gmaps yaa, insyaallah udah lengkap dengan kontak masing-masing penginapannya.
Ohya, kalau temen-temen mau naik roro silakan cari dan pastikan info keberangkatan kapal sebelum berangkat yaa.. Karena kapal gak setiap hari ada dan jadwalnya sering berubah. Tarifnya lebih hemat dari kapal reguler dan bisa bawa motor juga. Cuma laaamaaaa sampenya. Sekitar 12 jam, dan itu sampenya di Dabo. Jadi perlu nyebrang lagi ke Daik 😂
Nah disini, aku mau share beberapa tempat yang bisa temen-temen kunjungi ketika main ke Daik Lingga. Tempat yang deket-deket aja dari pusat Daik yaa, jadi cocok buat referensi temen-temen yang bentar aja mampir disini 😊 One day trip bisa kali lah ini.. Ohya, aku saranin sewa motor aja ya kalau belum ada kendaraan selama di Daik ini. Kayanya sekitar 70-100ribuan per hari tergantung jenis motornya.
1. Area Perkantoran Kantor Bupati Lingga
Salah satu yang terkenal dari Daik itu adalah gunungnya. Mungkin temen-temen pernah dengar pantun yang dimulai dengan awalan "Gunung Daik bercabang Tiga". Nah, itu bukan sekedar pantun loh, karena nyatanya emang ada gunungnya. Yap, kalau temen-temen ingin menikmati keindahan gunung Daik ini temen-temen bisa jalan-jalan ke area perkantoran kantor bupati Lingga yaa. Tempatnya cocok buat jalan santai atau jogging di pagi atau sore hari. Kalau mau foto-foto berlatar Gunung Daik, silakan datang kesini yaa.. karena spot fotonya lumayan oke 👍
2. Museum Linggam Cahaya
Ingin mengenal seputar sejarah melayu, silakan datang ke Museum Linggam Cahaya. Lokasinya deket banget dari penginapan sekitaran Daik. Tiket masuknya sekitar 5ribu an. Buka setiap hari mulai dari jam 8 pagi sampe 4 sore. Kalau butuh guide untuk menjelaskan selama di Museum silakan bilang ke petugasnya.
3. Air Terjun Resun
Kalau temen-temen mau cuci mata dengan yang seger-seger silakan datang ke Air Terjun Resun. Lokasinya ga terlalu jauh dari Daik sekitar ±15 menit motoran. Cek google maps ya biar ga kesasar hihihi. Pokoknya, kalo dari arah Daik dikiri jalan ada gerbang masuk dengan tulisan "Air Terjun Resun". Nah, dari gerbang depan ini ikuti aja jalannya, masuk terus sampai ketemu deh gerbang masuk yang sesungguhnya hehehe. Silakan parkirkan kendaraan temen-temen dan jalan kaki ke air terjunnya. Deket kok. Tarif masuk kalo ga salah 5ribuan aja. Disini temen-temen bisa duduk-duduk, main air, hingga berenang. Disediakan juga pelampung buat yang belum jago berenang, karena airnya cukup dalam ya. Suasananya oke banget deh buat merenung, memikirkan nasib hahaha
4. Sungai Kim
Sungai Kim ini letaknya deket banget dari Air Terjun Resun. Buat temen-temen yang pengen berenang lebih aman dan pengen nostalgia suasana jaman dulu, tempat ini aku rasa cocok untuk dikunjungi. Karena sungai kim ini letaknya dibawah jembatan. Kaya ala-ala di pedesaan jaman dulu yaa.. berenang di bawah jembatan besar hehehe. Sungainya banyak batu dan arusnya ga terlalu kuat (kalo ga habis hujan yaa) jadinya aman kalo mau buat berenang dari kecil hingga dewasa. Ga terlalu dalam juga kok. Daaaann airnya masih jerniiih banget. Sampe batu-batu didalam sungai aja kelihatan jelas dari atas. Mantul pokonya. Tarif masuknya 3ribuan ajaa. Bisa mandi sepuasnya.
5. Lubuk Muncung
Tempat yang hampir mirip-mirip dengan Sungai Kim itu ya Lubuk Muncung. Cuma Lubuk Muncung ini ga di bawah jembatan besar yaa.. Tempatnya asri, adem banget, kaya di dalam hutan gitu. Banyak pondok-pondok untuk duduk-duduk juga. Kalau mau berenang juga cukup aman. Ada tempat yang rendah banget bisa buat berendam anak-anak kecil dan ada beberapa spot yang dalam jadi cocok buat yang mau lompat dari ketinggian. Kalau weekend biasanya ada yang jualan jajanan disini. Cuma kalau weekdays setauku ga ada, jadi better beli camilan dulu sebelum kesini. Tarif masuk 2ribuan aja. Kadang kalo weekdays malah ga ada penjaganya, bisa langsung cus masuk aja hehehe. Lokasinya agak masuk masuk ya, cek google maps, dan rajin tanya warga sekitar biar ga kesasar 😉
6. Jembatan Kelumu
Setiap kesuatu wilayah, pasti ada aja tempat yang menawarkan spot foto warna warni kaya pelangi. Nah, spot kaya gitu ada juga di Daik lho. Tepatnya di Jembatan Kelumu. Jembatan ini panjaaang banget, melintasi hutan mangrove. Suasananya sepi, adem. Di tengah-tengah jembatan juga ada bangunan kaya menara gitu kali ya, temenp-temen bisa naik dan menikmati keindahan hutan mangrove dari ketinggian. Lokasinya cukup jauh dari Daik ya, sekitar 20-30 menit motoran. Pokonya pas ketemu papan penunjuk menuju ke Desa Kelumu, temen-temen bisa ikutin aja dan luuuruuuus terus. Kuncinya kalau mau kesini yaitu harus yakin kalo bakal sampe. Karena ditengah-tengah jalan sinyal hilang dan ga ada penunjuk jalan khusus ya. Samping kanan kiri juga kebanyakan hutan dan rumah-rumah kebun yang jarang ditinggali pemiliknya. Pokoknya nanti kalian bakal tau kalo udah sampe, karena di kiri jalan ada gerbang dengan tulisan kurleb kaya gini "Jembatan Pelangi Kelumu", aku juga lupa. Kesini gratis koook, tinggal masuk aja. Jangan lupa bawa minum atau camilan kalau kesini ya. Karena pas aku kesini ga warung dan sepi banget hehehe.
7. Pelabuhan Tanjung Buton
Selain berfungsi sebagai pelabuhan, Tanjung Buton iatau biasa disebut TB ini cocok buat yang mau nongkrong sore. Ada taman dan pujaseranya. Di pujasera ada semacam menara kali ya, tapi ga menara yang tinggi banget hahaha. Pokoknya temen-temen bisa naik ke menara tersebut dan bisa menikmati pemandangan di TB ini dari ketinggian 😀 Ohya di pujaseranya menyediakan berbagai macam makanan, termasuk makanan khas melayu, yang harganya masih cukup terjangkau lho. Kalau lagi pas waktunya, temen-temen bisa sekalian menikmati sunset sambil santai sore hehe~
8. Pulau Mepar
Kalau ada waktu lebih, temen-temen bisa nyebrang ke pulau sebelah, ke Pulau Mepar. Pulau ini terletak pas di depan Pelabuhan Tanjung Buton. Untuk menuju ke pulau ini, temen-temen cukup naik pompong sekitar 5 menitan sudah sampai. Tarif pompongnya pun terjangkau, hanya 5ribu per orang. Pulau Mepar dulunya dijadikan benteng pertahanan dari penjajah. Jadi di pulau ini banyak ditemukan benteng dan meriam. Mepar merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Lingga.
9. Replika Istana Damnah dan Lubuk Papan
Nah, seperti yang sudah aku bilang sebelumnya di Lingga ini merupakan pusat kerajaan melayu Riau Lingga. Kalau mau melihat sisa-sisa istananya bisa langsung ke Situs Istana Damnah. Di situs ini, yang tersisa cuma pondasinya aja. Kalau mau lihat replika bentuk istananya ada persis di samping situsnya. Nah, di samping replika istana damnah ada tempat namanya Lubuk Papan. Lubuk ini dulunya merupakan tempat pemandian raja-raja, jadi agak sakral gitu hawa-hawanya hehehe. Menurutku lubuknya tidak cocok untuk berenang ya, tapi kalau hanya sekedar nongkrong menikmati suasana masih cocok.
10. Kolam Renang Mading































Komentar
Posting Komentar